Bendera Jambi

Jambi adalah sebuah provinsi Indonesia yang terletak di pesisir timur di bagian tengah Pulau Sumatera. Jambi adalah satu dari tiga provinsi di Indonesia yang ibukotanya bernama sama dengan nama provinsinya, selain Bengkulu dan Gorontalo. Jambi merupakan tempat berasalnya Bangsa Melayu yaitu dari Kerajaan Malayu di Batang Hari Jambi. Bahasa Melayu Jambi sama seperti Melayu Palembang dan Melayu Bengkulu, yaitu berdialek “o”.

Kabupaten dan Kota

No. Kabupaten/Kota Ibu kota
1 Kabupaten Batanghari Muara Bulian
2 Kabupaten Bungo Muara Bungo
3 Kabupaten Kerinci Sungaipenuh
4 Kabupaten Merangin Bangko
5 Kabupaten Muaro Jambi Sengeti
6 Kabupaten Sarolangun Sarolangun
7 Kabupaten Tanjung Jabung Barat Kuala Tungkal
8 Kabupaten Tanjung Jabung Timur Muara Sabak
9 Kabupaten Tebo Muara Tebo
10 Kota Jambi Jambi
11 Kota Sungai Penuh Sungai Penuh

Demografi

Provinsi Jambi secara geografis terletak antara 0,45° Lintang Utara, 2,45° Lintang Selatan dan antara 101,10°-104,55° Bujur Timur. Di sebelah Utara berbatasan dengan Provinsi Riau, sebelah Timur dengan Selat Berhala, sebelah Selatan berbatasan dengan Provinsi Sumatera Selatan dan sebelah Barat dengan Provinsi Sumatera Barat dan Provinsi Bengkulu. Kondisi geografis yang cukup strategis di antara kota-kota lain di provinsi sekitarnya membuat peran provinsi ini cukup penting terlebih lagi dengan dukungan sumber daya alam yang melimpah. Kebutuhan industri dan masyarakat di kota-kota sekelilingnya didukung suplai bahan baku dan bahan kebutuhan dari provinsi ini.

Luas Provinsi Jambi 53.435 km2 dengan jumlah penduduk Provinsi Jambi pada tahun 2010 berjumlah 3.088.618 jiwa (Data BPS hasil sensus 2010) . Jumlah penduduk Provinsi Jambi pada tahun 2006 berjumlah 2.683.289 jiwa (Data SUPAS Proyeksi dari BPS Provinsi Jambi. Jumlah Penduduk Provinsi Jambi pada tahun 2005 sebesar 2.657.536 (data SUSENAS) atau dengan tingkat kepadatan 50,22 jiwa/km2. Tingkat pertumbuhan penduduk sebesar 0,96% dengan PDRB per kapita Rp9.523.752,00 (Angka sementara dari BPS Provinsi jambi. Untuk tahun 2005, PDRB per kapita sebesar Rp8.462.353). Sedangkan sebanyak 46,88% dari jumlah tenaga kerja Provinsi Jambi bekerja pada sektor pertanian, perkebunan dan perikanan; 21,58% pada sektor perdagangan dan 12,58% pada sektor jasa. Dengan kondisi ketenagakerjaan yang sebagian besar masyarakat di provinsi ini sangat tergantung pada hasil pertanian,perkebunan sehingga menjadikan upaya pemerintah daerah maupun pusat untuk mensejahterakan masyarakat adalah melalui pengembangan sektor pertanian

Masyarakat Jambi merupakan masyarakat heterogen yang terdiri dari masyarakat asli Jambi, yakni Suku Melayu yang menjadi mayoritas di Provinsi Jambi. Selain itu juga ada Suku Kerinci di daerah Kerinci dan sekitarnya yang berbahasa dan berbudaya mirip Minangkabau. Secara sejarah dan budaya merupakan bagian dari varian Rumpun Minangkabau. Juga ada suku-suku asli pedalaman yang masih primitif yakni Suku Kubu dan Suku Anak Dalam. Adat dan budaya mereka dekat dengan budaya Minangkabau. Selain itu juga ada pendatang yang berasal dariMinangkabauBatakJawaSundaCinaIndia dan lain-lain.

Sebagian besar masyarakat Jambi memeluk agama Islam, yaitu sebesar 90%, sedangkan sisanya merupakan pemeluk agama KristenBuddhaHindu dan Konghuchu.

Tingkat kesejahteraan penduduk yang tercermin melalui Indeks Pembangunan Manusia (IPM) tercatat sebesar 71,2 (data BPS tahun 2005). Sedangkan angka pengangguran Provinsi Jambi sebesar 92.772 atau setara dengan 7,8% penduduk Provinsi Jambi (data SAKERNAS bulan Februari).Propinsi Jambi termasuk dalam kawasan segitiga pertumbuhan Indonesia-Malaysia-Singapore (IMS-GT). Jarak tempuh Jambi ke Singapura jalur laut melalui Batam dengan menggunakan kapal cepat (jet-foil) ± 5 jam.

Perekonomian

Dengan kondisi suhu udara berkisar antara 23 °C sampai dengan 31 °C dan luas wilayah 53,435 km2 di antaranya sekitar 60% lahan merupakan kawasan perkebunan dan kehutanan yang menjadikan kawasan ini merupakan salah satu penghasil produk perkebunan dan kehutanan utama di wilayah Sumatera. Kelapa sawit dan karet menjadi tanaman perkebunan primadona dengan luas lahan perkebunan kelapa sawit mencapai 400.168 hektar serta karet mencapai 595.473 hektar. Sementara itu, nilai produksi kelapa sawit sebesari 898,24 ribu ton pertahun. Hasil perkebunan lainnya adalah karet, dengan jumlah produksi 240,146 ribu ton per tahun, kelapa dalam (virgin coconut) 119,34 ribu ton per tahun, casiavera 69,65 ribu ton per tahun, serta teh 5,6 ribu ton per tahun. Sementara produksi sektor pertanian yang dihasilkan oleh kawasan bagian barat Provinsi Jambi yaitu beras kerinci, kentang, kol/kubis, tomat dan kedele.

Potensi kekayaan alam di Provinsi Jambi adalah minyak bumigas bumibatubara dan timah putih. Jumlah potensi minyak bumi Provinsi Jambi mencapai 1.270,96 juta m3 dan gas 3.572,44 milyar m3. Daerah cadangan minyak bumi utama di struktur Kenali Asam, Kecamatan Jambi Luar Kota, Kabupaten Batanghari dengan jumlah cadangan minyak 408,99 juta barrel. Sedangkan cadangan gas bumi utama di Struktur Muara Bulian, Kecamatan Muara Bulian, Kabupaten Muaro Jambi dengan jumlah cadangan 2.185,73 milyar m3.

Potensi Ekonomi:

1. Minyak Bumi : Cadangan minyak bumi Provinsi Jambi sebesar 1.270,96 juta m3. Cadangan minyak bumi antara lain terdapat di Kabupaten Tanjung Jabung Timur, struktur Kenali Asam, Kecamatan Jambi Luar Kota dan Kabupaten Batanghari.

2. Gas Bumi : Cadangan gas bumi Provinsi Jambi sebesar 3.572,44 milyar m3. Cadangan tersebut sebagian besar terdapat di Struktur Muara Bulian, Kecamatan Muara Bulian, Kabupaten Muara Jambi dengan jumlah cadangan 2.185,73 milyar m3.

3. Batubara : Cadangan batubara Provinsi Jambi sebesar 18 juta ton, yang merupakan batubara kelas kalori sedang yang cocok digunakan sebagai pembangkit tenaga listrik. Cadangan terbesar dijumpai di Kabupaten Muara Bungo.

4. Perkebunan Komoditas perkebunan yang sangat dominan adalah Karet dan Kelapa Sawit. Hal ini didukung dengan program Pemerintah Derah Provinsi Jambi yaitu “Pengembangan Kelapa Sawit Sejuta Hektar” serta “Replanting Karet”. Selain itu, casiavera juga banyak dibudidayakan terutama di daerah Kerinci.

Migran

Sekelompok orang Jambi berjumlah 13 orang termasuk anak raja Jambi melarikan diri ke Malaya ketika area mereka diserang tentara Belanda ketika Perang Dunia I meletus pada 1914. Mereka berlayar sampai KemamanTerengganu untuk mencari tempat perlindungan sebelum disambut baik dan lansung menetap di di Kampung Laut, Pasir Gajah Kemaman.[5]

Objek Wisata

1. Situs Candi Muara Jambi

Lokasi di Kecamatan Muara Sebo Kabupaten Muaro Jambi.  Merupakan kawasan arkeologi terluas di Indonesia dan Asia Tenggara yang terbentang dihamparan lahan seluas 2002,5 hektar. Selain itu, dari sisi keragaman artifacts, Candi Muara Jambi memiliki kelebihan dibandingkan candi-candi yang lain. Terdapat 8 (delapan) buah candi dalam berbagai bentuk dan ukuran antara lain: candi gumpung, tinggi, kembar batu, gedong, kedaton, koto mahligai, astano, sialang, dan candi teluk serta puluhan candi lainnya yang belum dipugar. Di kawasan ini juga dijumpai kanal-kanal yang mengelilingi kawasan percandian serta sungai melayu yang terkoneksi ke sungai batanghari.

2. Taman Nasional

Terdapat di 4 lokasi yaitu: 1) Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS), 2) Taman Nasional Berbak (TNB), 3) Taman Nasional Bukit Tigapuluh (TNBT), 4) Taman Nasioanal Bukit Duabelas (TNBD) dengan luas selurunhnya sekitar 669.130 Ha. Keempat taman Nasional ini memiliki letak dan potensi yang berbeda seperti flora, fauna, panorama dan lain sebagainya.

3. Sungai Batanghari 

Merupakan sungai terpanjang di Sumatera yaitu sekitar 1.700km. Sungai ini berhulu dari Danau atas dan danau bawah Sumatara Barat melewati pinggiran kota Jambi dan bermuala di Selat Berhala, Laut Cina Selatan.Para wisatawan dapat mengarungi sungai ini dengan menggunakan pompong sambil menikmati pemandangan di sepanjang sungai. Salah satu lokasi yang ramai adalah disekitar daerah Tanggo Rajo. Kawasan ini setiap sore sampai malam ramai dikunjungi masyaerakat Jambi dan pendatang. Menikmati berbagai macam dan makanan sambil menikmati keindahan sungai Batanghari merupakan salah satu daya tarik tempat ini.

4. Museum Perjuangan Rakyat Jambi

Terletak di jalan Sultan Agung dan jalan Slamet Riyadi. Bentuk bangunan museum ini merupakan perpaduan antara gaya rumah tradisional Jambi dan arsitektur modern. Koleksi museum ini seperti senjata api modern dan peralatan perang tradisional yaitu; keris, pedang, badik, tombak, pakain perang, ikat kepala, alat komunikasi dan perlengkapan perang bersifat religius yang digunakan rakyat Jambi untuk melawan kolonial. Disamping itu, terdapat replika pesawat terbang Catalina RI 005.

5. Kabupaten Kerinci

Merupakan salah satu Kabupaten di Provinsi Jambi yang memiliki beragam tempat wisata. Kondisi daerah yang relatif dingin di kaki Gunung Kerinci, hamparan kebun teh yang hijau, serta pemandangan alam yang indah merupakan daya tarik tersendiri dari Kabupaten Kerinci. Selain kaya akan hasil pertanian dan perkebunan, Kerinci juga memiliki makanan khas yaitu dodol kentang, sirup kayu manis, teh khas Kerinci (teh kayoe aroe). Beberapa obyek wisata di Kerinci antara lain: 1) Danau Kerinci, 2) Air Terjun Telun Berasap, 3) Bukit Kayangan, 4) Gunung Kerinci dan 5) Obyek wisata air panas.

Danau Kerinci

Gunung Kerinci

Gunung Tujuh

Air Terjun Telun Berasap

B. Kerajinan Tangan

1. Batik Tulis Jambi

Merupakan kain batik dengan motif khas Jambi yang sudah mulai sulit dicari.  Batik tulis Jambi mempunyai banyak motif dan warna, umumnya berwarna cerah yang menggambarkan keceriaan dan keriangan masyarakat Jambi. Motifnya antara lain motif Candi Muaro Jambi, kaca piring, puncung rebung, angso duo bersayap mahkota, bulan sabit, pauh (mangga), antlas (tanaman), awan berarak, dan riang-riang. Beberapa batik tulis buatan perajin batik Jambi disimpan sebagai koleksi Honimen Museum and Gardens, Forest Hill, London dan di Trouven Museum di Belanda.

2. Ukiran Akar Khas Jambi

Adalah mebel ukiran berbentuk akar dan memiliki ciri khas yaitu tidak digunakannya paku pada pengerjaannya. Kayu yang digunakan adalah kayu tembesu, kayu rengas, kayu rengas burung atau kayu sungkai.  Umumnya ukirannya meliuk-liuk mengikuti bentuk asli kayu atau akar yang digunakan. Ukiran ini khas daerah Pulau Betung, Kabupaten Batanghari.

C. Budaya

1. Upacara Mandi Shafar

Adalah salah satu bentuk upacara ritual yang telah hidup dan berkembang di desa Air Hitamlaut Kabupaten Tanjung Jabung Timur. Upacara ini dilakukan setiap malam rabu minggu terakhir bulan Shafar. Upacara ini dilakukan untuk menghindar dari berbagai macam bala (kesialan/musibah). Esensi atau tiga hal utama dalam kegiatan mandi shafar, yaitu 1) menulis atau menghafal tujuh ayat Al-Quran yang diawali dengan kata salamun, 2) berniat untuk mandi, 3) melaksanakan kegiatan mandi.

2. Tari Mahligai

Merupakan tari tradisional daerah Jambi yang bersifat sakral, berasal dari desa Siula Kabupaten Kerinci. Tari ini merupakan bagian dari upacara untuk memanggil roh para leluhur agar merasuk ke dalam tubuh penari, yang pada puncak (Klimaks) tari, para penari bergerak secara lenturdan dinamis sehingga memiliki kekuatan luar biasa. Ketika telah kemasukan roh gaib, para penari mampu menari diatas pecahan beling, bara api, paku ataupun menusuk-nusukkan benda tajam pada badannya. Selama pertunjukkan, diiringi oleh musik yang terdiri dari rebana sike (gendang), gong, seruling bambu ataupun alat musik lain sesuai keperluan. Tari Mahligai sekarang telah digarap menjadi suatu karya seni pertunjukkan untuk meningkatkan apresiasi masyarakat terhadap kebudayaan.

3. Suku Anak Dalam

Sering juga disebut Orang Rimba atau Suku Kubu yang merupakan salah satu suku asli di Provinsi Jambi. Suku anak dalam termasuk kategori proto melayu (Melayu Tua). Suku ini hidup berpindah-pindah di kawasan hutan secara berkelompok dan menyebar di beberapa kabupaten. Suku ini memiliki sistem kepemimpinan yang berjenjang dari yang tertinggi yaitu Temenggung, Depati, Mangku, Menti dan Jenang. Kepercayaan Suku Anak Dalam terhadap dewa-dewa roh halus yang menguasai hidup tetap terpatri, walaupun di antara mereka ada yang telah mengenal agama Islam. Mata pencaharian utama suku ini adalah berburu dan meramu di dalam hutan.